Food Diary – Korea

1 minggu travelling di Seoul banyak makanan enak yang dicoba

Di pesawat

Kalau naik Asiana Airlines atau Korean Airlines, pilihlah menu bibimbap-nya!! Jangan pilih menu internasional, karena bibimbap-nya terkenal enaaaak. Kita akan diberi nasi, satu set lauk bibimbap, saus gochujang dan minyak wijen. Masukkan semua ke mangkok yang ada lauk bibimbap-nya dan aduk rata. Untuk pelengkapnya ada soup dam kimchi juga. Mantapp.

Yang kasihan orang bule di sebelah saya. Dia makan semua lauk bibimbapnya seperti salad setelah itu bingung sendiri makan nasinya pakai apa. Saking cepatnya makan, saya jadi gak bisa infokan cara makan bibimbap…

Di airport

Kami mendarat pagi-pagi dan lapar juga…langsung makan…

Cheuotang (mudfish soup / loach soup). Sup ikan ‘loach’, ikan ini hidup di air berlumpur atau air yang alirannya tidak deras. Di sup-nya sendiri tidak berasa daging ikannya, karena sudah dihaluskan. Rasanya lebih dominan bumbu-bumbunya. Kalau di Jakarta makanan ini ada di restoran Bumbu Satu, di Senopati

Eomuk / Fish Cake. Pilih 2 macam….yang gak pedas dan pedas

Myeongdong

Kami menginap di hotel Skypark Myeongdong III. Hotel ini betul-betul ideal lokasinya. Bis airport berhenti 10 langkah dari depan hotel, pintu masuk stasiun MRT juga di depan hotel dan titik kumpul tour Klook ada di seberang hotel. Untuk yang datang dari airport, disarankan naik bis saja, karena stasiun MRT-nya tidak ada lift…

Di sebelah kanan kiri hotel ini juga ada convenience store, jadi mudah beli macam-macam ramen atau beli susu pisang – barang wajib dicoba kalau ke Korea. Di sebelah hotel ada restoran Paris Baguette, tapi saya tidak ke sana. Saya pikir itu restoran Perancis, buat apa ke Korea makan baguette? Ternyata itu restoran Korea yang cukup in. Hehehe

Dari pintu hotel tinggal belok kiri dan kiri lagi dan tibalah kita di Myeongdong yang banyak makanannya

Bagi yang perlu makanan halal, ada restoran nasi lemak. Kami tidak makan di sana. Tapi di sebelahnya ada toko yang jual kaos kaki…. Beli 10 gratis 1. Waaah…. Bolak balik ke sana beli kaos kaki lucu-lucu untuk oleh-oleh. Kaos kaki Korea itu awet sekali….. gak rusak-rusak

Daftar harga minuman di jalan

Daftar harga di restoran BBQ. Pengen coba ganjang gejang (soy sauce marinated crab, kepiting mentah yang difermentasi dengan kecap asin) tapi kok mahal ya. (Ganjang gejang ini kemudian saya temukan di restoran Maru dan Chunghae Soosan di Jakarta).

Bibim naengmyon (mie dingin pedas). Rasanya unik, karena kuahnya dingin tapi pedas. Seperti kuah rujak. Restorannya juga jual mandu (dumpling), bisa pilih isi daging atau kimchi. Di restoran itu saya lihat ada semacam galon air di dekat kasir, saya pikir air minum ambil self service. Setelah saya ambil segelas dan diminum glek glek glek ternyata kuah kaldu.

Penjual strawberry. Kami ke Korea bulan Mei. Strawberry lagi musim, besar-besar dan manis.

Milky Bee ice cream yang terkenal itu. Antriannya panjang. Tapi katanya karena pandemi mereka sekarang tutup permanen. Hiks

Juk (bubur). Kalau di drama Korea, kalau ada orang yang sakit pasti dibuatkan bubur, dimasukkan dalam termos. Kalau orangnya spesial sekali buburnya pasti bubur abalone. Kami jadi penasaran seenak apa sih bubur abalone. Jadi pesanlah 2 macam bubur untuk pembanding : bubur ayam dan bubur abalone. Eehm… menurut saya sih biasa ya bubur abalone. Saya juga penasaran pesan teh yang paling mahal di menu, teh omija (magnolia berry tea), kalau tidak salah rasanya 5000 won. Rasanya biasa juga….mirip teh rosella

Makanan-makanan yang siap di-grill. Saya coba cumi-cumi keringnya. Enak, tapi agak alot

Jeroan sapi (usus, babat) yang pengen dicoba tapi tidak terlaksana karena kelamaan berdebat dalam hati tentang kolesterol…. Akhirnya saya berhasil makan juga di Maru dan Cheongdam Garden, Jakarta. Enak! Kayak tambusu-nya nasi Kapau 😊

Ini restoran yang ada di seberang hotel. Ancer-ancernya tinggal nyebrang dari hotel dan masuk ke jalan di seberang hotel. Restoran tersebut ada di kanan jalan. Pemiliknya suami istri. Saya dan kakak saya pesan ikan goreng (diberi sup juga) 7000 won dan kimchi jigae 6000 won. Enak….dan kenyang! Harga segitu sudah termasuk nasi dan banyak banchan. Kok lebih murah daripada restoran Korea di Jakarta ya?

Samgyetang (ginseng chicken soup). Ini kami makan di hari terakhir di Korea, pagi itu kami jalan-jalan di Myeongdong sambil mikir mau makan apa. Tiba-tiba ada yang menyodorkan brosur, ada tempat makan enak katanya. Kami ikut saja, karena pengen coba. Lokasinya di lantai dua salah satu toko di Myengdong. Enak, ayamnya empuk, ginsengnya tidak terlalu tajam rasanya

Jagung ketan…. ini makanan enak di Korea. Jagungnya agak putih, tapi pulen sekali. Sayang saya gak ada fotonya. Lokasi jualnya di tengah-tengah Myeongdong dan baru ada di sore hari ke atas. Ini yang bikin jagung jadi mahal….karena untuk ke lokasi penjual jagung harus lewati banyak sekali toko-toko kosmetik dan mulai sore SPG-nya aktif sekali : beli 10 masker gratis 10, beli 2 pot night cream gratis 1 pot plus masker 1 pak plus night cream travel size 2 pot, kalau tunjukkan passport jadi tax free, kalau bayar pakai cash dan bukan credit card dikasih bonus lagi…. Hasilnya beli jagung ketan ini jadi aktivitas paling mahal. Setelah pulang beli jagung ketan, kami duduk di tempat tidur hotel sambil makan jagung dan menatap nanar tumpukan masker, night cream, day cream, eye cream….

Gwangjang Market

Ini suasana Gwangjang Market. Seru kan? Kami tiga kali ke sana, selain untuk makan, untuk beli oleh-oleh juga. Karena kacang almond berbagai rasa lebih murah di sana daripada di tempat lain. Belum lagi sambil lihat-lihat di toko oleh-oleh kami dikasih yakult juga oleh ajumma yang punya toko. Hahaha

Pancake. Pancake ini berminyak, tapi diberi acar juga sebagai pelengkap, jadi agak segar juga. Waktu kami ke kios pancake ini bangku panjangnya sudah penuh pengunjung yang sedang makan. Ragu-ragu…makan di situ gak ya, karena tidak ada tempat untuk duduk. Eh, sama yang punya kios, para pengunjung yang sedang makan disuruh duduk merapat, supaya ada tempat tambahan untuk 2 orang. Haaa….

Ini makanan paling enak!! Serius! Sannakji (gurita yang tentakelnya masih bergerak-gerak) dan Yukhoe (daging cincang mentah). Waktu kami pesan ini ownernya datang kemudian tanya ‘You know they are raw, right?’.

Yukhoe harus dibuat dari daging yang tidak berlemak dan fresh supaya rasanya tidak amis. Kemudian dicampur garam, merica, kecap asin, minyak wijen dan disajikan dengan telur mentah dan irisan-irisan buah pir. Sannakji dari gurita kecil yang dipotong hidup-hidup supaya tentakelnya masih bergerak-gerak. Makannya dicelup di minyak wijen. Tidak lupa kami pesan makgeolli juga.

Di Jakarta sannakji ada di Chunghae Soosan, Yukhoe ada di Chung Gi Wa dan Samwon Garden

Soondae – blood sausage. Darah babi dicampur nasi dan dibuat sosis. Makannya dicocol garam. Harusnya enak tapi yang di Gwangjang market ini dingin penyajiannya.

Lainnya…

Ini berbagai macam banchan waktu kami ketemu teman lama dan dia traktir makan sashimi ala Korea (hweh). Sahiminya belum datang, banchan yang keluar banyak banget. Ikan bakar juga termasuk banchan, Yang bentuknya seperti pudding itu acorn jelly (dotorimuk) dan yang paling kanan potongan-potongan whelk (keong laut)

Roti poop di Insa-dong. Isinya kacang merah potongan-potongan walnut. Enak. kalau mau komplit belinya satu set dengan sikhye (minuman dari beras)

Dalgona, permen gulali ala Korea yang mendadak tenar karena film Squid Game

Dakgalbi – ayam tumis pedas, kami makan sebelum naik ferry ke Nami Island. Kami diberi ayam mentah yang sudah dimarinasi dan sayur-sayuran yang kemudian dimasak sendiri. Rasanya sih standar…mungkin karena kurang jago masaknya

Waktu sedang jalan kaki tanpa tujuan (sebetulnya kesasar) kami lihat ada bakery yang penuh antrian,namanya Onion. Penasaran mau coba, apalagi katanya roti di Korea enak-enak. Ternyata memang enak, roti yang dibeli dan dibawa ke hotelpun masih enak banget besok paginya.

Ini tumpukan banchan di Lotte Mart. Wah, ada ganjang gejang (kepiting fermentasi)…tapi kami ke Lotte Mart di malam terakhir di Seoul dan bingung juga kalau beli ganjang gejang bagaimana cara makannya di kamar hotel.

Ini yang paling membuat galau kalau ke convenient store : soju….lihat harganya….semurah teh botolan (bandingkan rak atas yang isinya teh botolan dan rak bawah yang isinya soju). Aaaaw….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: