Hákarl

Konon, Chef Anthony Bourdain mendeskripsikan hákarl sebagai “the single worst, most disgusting and terrible tasting thing” yang pernah dia makan. Weleh, kejam bener. Bikin penasaran saja.

Jadi kami bertekad berburu hákarl saat di Iceland. Saat itu kami menginap di kota Akureyri. Hasil menggugel restoran terdekat untuk makan hákarl adalah Baccala di desa Hauganes. Dan berangkatlah kami naik mobil ke desa Hauganes …

Hákarl adalah salah satu makanan tradisional Iceland. Makanan ini dibuat dari ikan hiu yang difermentasi. Saya membayangkan orang Iceland jaman dulu, berburu ikan hiu di laut yang dingin. Kan susah tuh. Dan setelah dapat dagingnya tidak bisa langsung dimakan pula. Daging hiu jenis Greenland itu beracun bila langsung dimakan karena mengandung urea dan trimethylamine oxide, karena itu harus difermentasi beberapa minggu dengan dipendam di lubang di pasir kemudian digantung beberapa bulan. Hasilnya daging ikan yang baunya keras karena mengandung amonia, biasa dimakan dengan minuman beralkohol.

Ini dia restoran Baccala.

Restoran Baccala

Pemandangan di depan Baccala (bagus ya…. tapi di Iceland pemandangan memang bagus-bagus)

Menu

Hákarl 1 porsi harganya ISK 1500 (1 ISK = 118 rupiah), termasuk minuman beralkohol Viking Schnapps dan sertifikat ‘Rotten Shark Club’ sebagai bukti keberanian makan hákarl. Haha….ada-ada saja ya

Kami penasaran sekali penampakan hákarl ini dan ternyata inilah 1 porsi hákarl. Mirip keju yang dipotong kubus-kubus. Kemudian dapat satu gelas kecil schnapps, minuman beralkohol 30-40%.

Hákarl

Rasanya? Teksturnya mirip keju, rasanya kayak ikan asin, ada baunya, sedikit pesing tapi tidak terlalu menyengat. Katanya kalau pertama kali makan, harus tutup hidup karena baunya keras. Memang pesing sih tapi tidak tutup hidung juga gak apa-apa. Menurut saya lebih kuat bau ikan asin di Indonesia. Jambal roti atau sepat yang digoreng tetangga sebelah rumah pasti baunya sampai ke rumah kita. Hahaha. Tapi enak. (Jadi laper….)

Anyway, setelah makan hákarl kami sudah tidak penasaran lagi. Kemudian kami makan spesialisasi restoran Baccala yaitu bacalao. Bacalao ini ikan cod yang diawetkan dengan dilumuri garam. Waktu mau dimasak harus direndam air dulu berkali-kali, jadi rasa asinnya hilang.

Ini masakan bacalao itu. Btw, bahasa Iceland itu betul-betul beda, kalau membaca bahasa Icelandnya di menu, saya tidak akan terbayang ini masakan apa : Tveir vænir bitar af saltfiski með soðnum kartöflum, elduðu grænmeti og miðjarðarhafs saltfisksósu. Terjemahannya di menu : Two pieces of bacalao with boiled potatoes, cooked vegetables and spanish sauce with tomatos, garlic, basil and oregano. Hhhmm….

Ikan-ikan yang digantung di halaman restoran

Hákarl juga bisa dibeli di supermarket, katanya. Waktu kami akan pulang kembali ke Indonesia, di airport Rejkjavik kami menemukan hákarl.

Hákarl di airport

Wuah….murah, 1 container cuma ISK 1,500, potongannya banyak sekali. Tapi penerbangan ke Jakarta kan lama….bisa-bisa hákarl-nya tercium di pesawat. Lagipula siapa yang mau makan hákarl di Jakarta nanti. Yang penting, kami sudah coba ikan hiu legendaris ini!! 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: