Ke kota Assen dan Annen di Belanda

“Mau apa ke Assen?” atau “Assen di mana sih? Essen kali ya?” itu pertanyaan yang ditanya semua orang waktu saya bilang mau liburan ke Belanda dan kota yang saya kunjungi salah satunya Assen. Assen ini sebetulnya ibukota provinsi Drenthe, tapi jarang yang tahu tentang kota ini. Teman kantor saya orang Belgia yang bilang sudah pernah bertahun-tahun tinggal di Belanda juga tidak tahu tentang kota ini.

Sebetulnya saya ke Assen untuk ketemu teman pena saya. Yup, teman pena! Kami sudah surat menyurat (ditulis tangan, dimasukkan amplop dan dikirim dengan perangko….) sejak SMP. Orangnya cantik dan tinggi, kita sebut saja di PF (Pretty Friend). Kalau di sini mungkin dia sudah jadi model. Saya dan PF ini sudah pernah ketemu 2 kali sebelumnya. Tapi yang terakhir sudah bertahun-tahun lalu, saat itu saya ketemu dengan dia dan boyfriend-nya, sekarang mereka sudah punya dua anak perempuan. Mumpung saya dan suami liburan ke Belanda, saya sekalian janjian juga ketemu dia.

PF ini tinggal di Annen, kota di dekat Assen. Saya menginap di Assen dengan alasan lebih mudah cari hotel, dan PF akan menjemput saya di Assen untuk lihat rumahnya di Annen. Kebetulan saya belum pernah ke Annen. Sip…bisa lihat kota baru.

Saya dan suami pergi summer 2016. Kami berangkat hari Jumat, langsung dari kantor ke airport. Waktu itu kami pergi dengan rute Jakarta – KL dengan Garuda, kemudian disambung KL – Abu Dhabi dan Abu Dhabi – Amsterdam dengan Etihad. Kenapa harus lewat KL? Karena ternyata waktu pesan tiket Etihad, pesawat Etihad dari KL lebih murah 3 jutaan dibandingkan dari Jakarta. Padahal pesawat Jakarta – KL hanya 700 ribuan. Cuma memang waktu tempuhnya jadi lebih lama.

Sabtu siang kami mendarat di bandara Schiphol. Saya lihat ada toko bunga. Wah, bisa lihat tulip nih, pikir saya. Eh…ternyata yang ada hanya tulip kayu. Musim tulip sudah lewat, kata penjaga toko bunga. Ada bunga yang saya pikir tulip yang sudah mekar, ternyata peony!

Toko bunga di Schiphol

Tulip kayu

Peony, bukan tulip mekar

Dari Schiphol kami naik kereta ke Assen. Sebelum naik kereta beli minuman dulu ah

Infused water, dibeli karena lucu penampakannya…. (Hadeuw)

Assen

Perjalanan dari Schiphol ke Assen sekitar 2 jam naik kereta api. Kami sampai di stasiun Assen sore hari. Hotel untuk 2 malam ke depan ‘City Hotel de Jonge’ yang kami pilih karena di pusat kota. Hotelnya bukan hotel baru, tapi bersih. Kamarnya besar.

Di kamar hotel selain ada kopi dan teh celup ada juga permen mentos dan kue kering

Begitu sampai hotel, kami rencananya tidur sebentar supaya malam bisa jalan-jalan keliling kota. Memanfaatkan summer, di mana malam masih terang. Ternyata….saking capeknya kami bablas tidur sampai besok pagi. Hahaha….

Besoknya kami bangun jam 7 pagi. Sebetulnya kalau waktu Indonesia itu jam 1 siang. Berarti semalam tidur 12 jam lebih. Waduh…

Kami pun langsung ke luar, jalan-jalan di kota, mumpung hotelnya di tengah kota. Tapi ternyata….Assen di hari Minggu sepiiiii. PF memang sudah bilang, semua toko tutup di Assen sejak Sabtu siang sampai Minggu. Senin pagi atau beberapa malahan Senin siang baru buka. Tapi saya pikir di ibu kota provinsi pasti adalah toko-toko yang buka. Ternyata PF benar, toko tutup semua. Jadi pelajaran buat kami, kalau ke kota-kota kecil di Eropa, hindari weekend!

Akhirnya kami hanya jalan-jalan sambil foto-foto. Ada mobil patroli polisi yang tiba-tiba melambat sambil mengamati kami. Haha…bingung mungkin melihat dua turis foto-foto sepagi itu. Tapi setelah beberapa saat mereka melambai pergi sambil berseru ‘Enjoy your day!’

Dan inilah jalan-jalan di Assen

Sepiiiii

Gereja

Taman

Konser di taman

Patung Sisyphus

Patung Baartje. Baartje ini tokoh cerita anak-anak di Belanda. Konon patung Baartje ini sudah beberapa kali dirusak vandals

Toko kado (nah, jadi tahu asal kata ‘kado’ ternyata dari Belanda)

Toko es krim. Kalau saja tidak tutup ada 72 rasa yang bisa dicoba.

Saya juga suka melihat-lihat rumah dan membayangkan orang-orang yang tinggal di situ seperti apa ya? Rumah di Assen besar-besar….ini dia rumah-rumah random

Rumah random

Sambil menunggu dijemput, kami makan siang dulu. Untung ada restoran yang buka di dekat hotel. Tadi pagi kami cuma makan mie instant di kamar, bawa dari Jakarta. Kami memang selalu bawa 2 cup mie instant kalau travelling ke luar Asia. Untuk jaga-jaga kalau susah cari makanan, misalnya karena hujan atau budget sudah menipis. Hahaha. Biasanya mie tersebut baru dimakan di minggu kedua….tapi kali ini di hari pertama liburan mie sudah habis.

Untuk makan siang pesanan kami 2 teh, 1 fish and chips dan 1 beef carpaccio.

Teh-nya datang seperti ini, 2 gelas isi air panas dengan sekeping kue dan 1 kotak teh celup, boleh pilih mau rasa apa.

Ini pilihannya, ada 10 macam. Tapi mahal juga ya, 1 cangkir EUR 2.30. Pernah beli teh seharga 30 ribu rupiah belum? Padahal cuma teh celup…. (sejak itu saya tidak pernah beli teh lagi di restoran di Eropa)

Fish and chips (EUR 15.25)

Beef carpaccio (EUR 7.75), gak kenyang makan ini…. Total makan siang pertama di Belanda ini hampir 1/2 juta rupiah…. Waaah…..

Jam 2 PF datang menjemput bersama suaminya. Suaminya ini juga sama tingginya dengan PF. Kami cipika cipiki. Ingat ya di Belanda kalau cipika cipiki 3 kali : mwah, mwah, mwah.

Annen

Perjalanan dari Annen ke Assen cuma sekitar 30 menit. Di rumah PF kami ngobrol-ngobrol. Anak-anaknya, yang juga tinggi-tinggi, memamerkan kelinci peliharannya

Kelinci

Setelah ngobrol ke sana sini, orang tua PF datang dari kota lain dan ikut ngobrol juga. Keluarga ini ramah sekali, saya jadi serasa bertamu ke rumah teman lama dan ketemu orang tua si teman. Karena cuaca cerah kami jalan-jalan untuk melihat Annen. Seperti biasa, saya senang lihat rumah-rumah dan kebun orang. Rumah-rumah di Annen cute, kelihatannya cozy sekali tinggal di situ. Ini rumah-rumahnya

Rumah random

Dan ini kebun-kebun di Annen

Kebun

Strawberry

Lavender

Apel. Saya baru tahu apel bisa tumbuh merambat

Seperti ini buah apelnya. Kata PF sih buahnya enak buat dimakan (bukan jenis buah yang ditanam untuk makanan burung). Katanya dia suka buat apple pie dari apel-apel tersebut.

Hari Minggu itu kebetulan sedang ada fleamarket atau pasar loak. Jadi kami jalan ke sana juga. Wah, pengunjungnya banyak. Bahkan dari plat mobil yang ada di parkiran ada yang datang dari Jerman maupun Austria.

Fleamarket

Penjual kentang goreng

Untuk makan malam, kami beli pizza takeaway

Pizzeria Di Lucca

Setelah makan malam kami diantar orang tua PF kembali ke Assen. Sebelum berangkat saya diberi hadiah oleh PF. Memang orang Belanda senang memberi hadiah. So sweet!! Ini isinya :

Dari atas napkin, mangkok kertas untuk muffin, mangkok saus, cempal dan permen licorice. Yang di tengah stroop waffel (kue waffel kering yang dalamnya sirup manis), makan 2 potong saja sudah kenyang.

Besoknya kami meninggalkan Assen, naik kereta ke Amsterdam. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa kembali lagi bertemu dengan PF dan keluarganya, entah di mana….. PF, take care yaaa!! Cempal hadiahnya masih saya pakaiiiiii!!

One thought on “Ke kota Assen dan Annen di Belanda

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: