Jalan-jalan ke Pulau Bacan (Part 2)

Bacan di Pagi Hari

Dan inilah Bacan di pagi hari, waktu masih berkabut. Cantik ya! Ini masih daerah sekitar Labuha juga.

Ini jembatan yang di tengahnya diberi batu Bacan yang terkenal itu.

Sungai di Bacan. Konon sungai ini ada buayanya, entah benar atau tidak.

Setelah jalan-jalan kami makan nasi kuning. Kalau nasi kuning Ternate sudah enak, yang ini lebih enak lagi!! Lauknya ikan dan telur. Tidak ada pilihan lauk ayam.

Pasar

Suatu sore kami ke pasar dengan angkot sewaan

Ikan bakar dipinggir jalan ke pasar. Kami stop dulu angkotnya untuk beli ikan

Isi perut ikan dan segala macam bagian ikan lainnya, sudah dimasak

Pasar Bacan

Sagu

Pasar ini letaknya di tepi laut. Mungkin bisa masuk buku rekor sebagai ‘Pasar dengan pemandangan paling indah sedunia’

Makanan di Bacan

Di Bacan ikan banyak sekali, ayam jarang. Jangan berharap lihat tukang pecel ayam di pinggir jalan. Selama 5 hari di Bacan, kami tidak makan ayam atau sapi sama sekali, setiap makan menunya ikan. Enaknya bukan main, karena fresh. Karbohidratnya selain nasi atau bubur, ada popeda (sagu, diaduk dengan air panas sampai seperti lem), sagu atau kasbi (singkong rebus). Kalau ke restoran, masakan ayam lebih mahal daripada ikan. Wah, anak-anak Pulau Bacan harusnya pintar-pintar, karena banyak makan ikan (dan saya kenal anak pulau Bacan yang sudah jadi PhD…)

Popeda

Ikan kuah asam, pasangan cocok untuk makan popeda

Sate tuna. Lebih enak daripada sate sapi, dimakan pakai bumbu kacang.

Sagu, selain untuk makanan pokok pengganti nasi bisa juga dimakan dengan dicelup ke teh manis atau kopi

Ikan masak cabe (nama lokalnya ikan sous)

Makan siang, yang warnanya pink itu bukan spons cuci piring ya, tapi itu sagu! Makanan!!

Mangga dodol, kecil-kecil tapi manis.

Gohu tuna. Ini makanan yang selama ini hanya saya temui di Indonesia Timur. Ikan tuna mentah yang diberi perasan jeruk nipis sehingga ‘matang’ karena asam dari jeruk tersebut. Kalau di belahan bumi lain namanya ceviche. Enak sekali dan sehat!

Makan malam dengan makanan-makanan yang dibeli di pasar. Yang di bawah ketupat itu kasbi / singkong rebus dan pisang rebus. Yang di sebelah sagu itu pare yang diisi ikan. Kotak putih ikan sous, kuning sayur daun ubi, hijau sinole dari sagu, merah isi perut ikan. Tidak lupa di kanan bawah fresh dabu-dabu satu mangkok.

Bye bye…

Akhirnya setelah 5 hari di Bacan, kami pun terbang meninggalkan Bacan. Bagi saya, ini liburan yang paling mengesankan. Sayang untuk ke Bacan perjalanannya jauh, kalau tidak saya pasti akan sering ke sana. Bagi yang suka berpetualang, banyak sekali pulau-pulau cantik di Maluku Utara yang bisa dijelajahi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: